Bisakah tradisi dan kebijaksanaan 'manusia2 cerdas' menggantikan kebenaran firman TUHAN ?
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Dalam pelayanannya, Paulus sering dipaksa berdiri sendiri. Dia khusus diajarkan tentang Tuhan dan tidak berani membuat kesepakatan yang melibatkan prinsip.
Kadang bebannya berat, tetapi Paulus berdiri teguh untuk yang benar. Dia menyadari bahwa gereja tidak boleh dikendalikan oleh manusia.
Tradisi dan kebijaksanaan manusia tidak boleh menggantikan kebenaran yang diwahyukan.
Kemajuan kabar Injil tidak boleh terhalang oleh prasangka dan preferensi manusia, apa pun posisinya di gereja.
Tulisan aslinya :
In his ministry, Paul was often compelled to stand alone. He was specially taught of God and dared make no concessions that would involve principle. At times the burden was heavy, but Paul stood firm for the right. He realized that the church must never be brought under the control of human power. The traditions and maxims of men must not take the place of revealed truth. The advance of the gospel message must not be hindered by the prejudices and preferences of men, whatever might be their position in the church. AA 199.3

Comments
Post a Comment