Perayaan Natal dan Tahun Baru dapat dan harus diadakan atas nama mereka yang tidak berdaya, yang membutuhkan pertolongan .
Tuhan dimuliakan ketika kita memberi untuk membantu mereka yang memiliki keluarga yang perlu untuk ditolong {AH 482.3}
Tulisan aslinya :
Christmas and New Year celebrations can and should be held in behalf of those who are helpless. God is glorified when we give to help those who have large families to support {AH 482.3}
Haruskah saya tidak peduli peristiwa natal ?
Haruskah saya tidak peduli peristiwa natal ? perlukah saya mengabaikan peristiwa kelahiran Kristus ? saya 'kan 'gak 'nge raya'in ? saya 'kan harus beda ... masa sama seperti yg lain...?
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Meskipun kita tidak tahu hari yang tepat dari kelahiran Kristus, kita menghormati peristiwa sakral tersebut.
Semoga Tuhan melarang seseorang berpikiran sempit untuk mengabaikan peristiwa ini karena ketidakpastian waktu yang tepat.
Mari kita melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk memberi kesan dlm pikiran anak-anak terhadap hal-hal yang berharga bagi semua orang yang mengasihi Yesus.
Mari kita ajari mereka bagaimana Yesus datang ke dunia untuk membawa harapan, penghiburan, kedamaian, dan kebahagiaan bagi semua ....
Biarkan hati semua orang menanggapi dengan sukacita untuk karunia tak ternilai dari kelahiran Anak Allah. {TDG 360.4}
Tulisan aslinya :
Although we do not know the exact day of Christ’s birth, we would honor the sacred event. May the Lord forbid that any one should be so narrow minded as to overlook the event because there is an uncertainty in regard to the exact time. Let us do what we can to fasten the minds of the children upon those things which are precious to everyone who loves Jesus. Let us teach them how Jesus came into the world to bring hope, comfort, peace, and happiness to all.... Let the hearts of all respond with exceeding joy for the priceless gift of the Son of God.—The Review and Herald, December 17, 1889. {TDG 360.4}
Haruskah saya Memiliki Pohon Natal?
Apakah saya boleh memasang pohon natal ? Apakah tindakan ini tidak akan seperti dunia? Apa kata roh nubuat ?
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
“Haruskah Kita Memiliki Pohon Natal?” - Tuhan akan sangat senang jika pada hari Natal setiap gereja memiliki pohon Natal di mana akan digantung persembahan, besar dan kecil, untuk rumah ibadah ini.
Surat pertanyaan telah datang bertanya, Haruskah kita memiliki pohon Natal? Apakah tidak akan seperti dunia? Kami menjawab, Anda dapat membuatnya seperti dunia jika Anda memiliki disposisi untuk melakukannya atau Anda dapat menjadikannya tidak seperti dunia.
Tidak ada dosa dalam memilih tanaman hijau yang harum dan menempatkannya di gereja-gereja kita, tetapi dosa terletak pada motif yang mendorong untuk bertindak dan penggunaan yang terbuat dari karunia yang diletakkan di atas pohon.
Pohon itu mungkin setinggi dan dahannya selebar yang sesuai dengan peristiwa itu; tetapi biarlah dahannya dibebani dengan buah emas dan perak dari kebaikan Anda, dan persembahan ini kepada-Nya sebagai hadiah Natal Anda. Biarkan donasi Anda disucikan dengan doa. {AH 482.2}
Tulisan aslinya :
“Shall We Have a Christmas Tree?”—God would be well pleased if on Christmas each church would have a Christmas tree on which shall be hung offerings, great and small, for these houses of worship. Letters of inquiry have come to us asking, Shall we have a Christmas tree? Will it not be like the world? We answer, You can make it like the world if you have a disposition to do so, or you can make it as unlike the world as possible. There is no particular sin in selecting a fragrant evergreen and placing it in our churches, but the sin lies in the motive which prompts to action and the use which is made of the gifts placed upon the tree. {AH 482.1}
The tree may be as tall and its branches as wide as shall best suit the occasion; but let its boughs be laden with the golden and silver fruit of your beneficence, and present this to Him as your Christmas gift. Let your donations be sanctified by prayer.9 {AH 482.2}
Apakah hari Natal dirayakan untuk meninggikan Penebus dunia ? atau justru malah'an menghilangkan nyawa manusia?
Terjemahan bebas roh nubuat mengamarkan :
Mari kita ingat bahwa Natal dirayakan untuk memperingati kelahiran Penebus dunia. Sayangnya hari ini umumnya dihabiskan dalam pesta dan kerakusan. Sejumlah besar uang dihabiskan untuk kesenangan diri yang tidak perlu. Nafsu makan dan kesenangan diri dimanjakan dengan mengorbankan kekuatan fisik, mental, dan moral. Hal ini sudah menjadi kebiasaan.
Kebanggaan, mode dan kepuasan diri telah menelan sejumlah besar uang yang benar-benar tidak bermanfaat bagi siapa pun, tetapi telah mendorong kebobrokan yang tidak menyenangkan Allah.
Hari-hari ini dihabiskan untuk memuliakan diri daripada memuliakan Tuhan. Kesehatan dikorbankan, uang dihambur-hambur, bahkan banyak yang kehilangan nyawa karena makan berlebihan, jiwa telah hilang dengan cara-cara macam ini. {MYP 311.2}
Tulisan aslinya :
Let us remember that Christmas is celebrated in commemoration of the birth of the world’s Redeemer. This day is generally spent in feasting and gluttony. Large sums of money are spent in needless self-indulgence. The appetite and sensual pleasures are indulged at the expense of physical, mental, and moral power. Yet this has become a habit. Pride, fashion, and gratification of the palate have swallowed up immense sums of money that have really benefited no one, but have encouraged a prodigality of means which is displeasing to God. These days are spent in glorifying self rather than God. Health has been sacrificed, money worse than thrown away, many have lost their lives by overeating or through demoralizing dissipation, and souls have been lost by this means. {MYP 311.2}
Comments
Post a Comment