Yang Esa Yang Kekal dan ada dengan sendirinya, serta memiliki Anak Tunggal Kandung, hanyalah Allah Bapa, Raja Alam Semesta
*( RENUNGAN KAMIS PAGI, 18 Januari 2024 YG DIDASARI ALKITAB & ROH NUBUAT YG 'IN-CONTEXT' DAN KONSISTEN, karena di zaman now "....Allah berbicara kepada orang advent melalui roh nubuat" CCh 12.6* : "It's all about Jesus Christ, the Son of GOD" - Pekabaran utk Kalangan Sendiri dgn Motto "'Freely ye have received, freely give', power by Jesus Christ" )
Tulisan alkitab & roh nubuat lainnya, yg 'tabrakan' dan bikin 'gerah' oknum2 manusia2 cerdas, guru2 spiritual duniawi zaman now yg juga pelihara sabat, hari ke 7, hari sabtu, penyembah baal filsafat, penyerang iman gereja, klik https://kebenaranjelangharikiamat.blogspot.com/2023/03/beberapa-kebenaran-tertulis-di-alkitab.html
Yang Esa Yang Kekal dan ada dengan sendirinya, serta memiliki Anak Tunggal Kandung, hanyalah Allah Bapa, Raja Alam Semesta
Allah Bapa, Satu-satuNya 'Divine Being' yang "the eternal, self-existent One", mangkanya ati2 sama oknum2 manusia2 cerdas, guru2 spiritual duniawi zaman now yg juga pelihara sabat, hari ke 7, hari sabtu, penyembah baal filsafat, penyerang iman gereja, yg 'ngajar'in hoax yg bilang semua 'Divine Beings' kekal dan ada dengan sendirinya
Itu sebabnya kalo belajar alkitab dan roh nubuat, wajib diimani seluruh tulisan alkitab dan roh nubuat, jangan cuman pilih2 tulisan yg hanya sesuai selera politik keagamaan saya saja,
karena di zaman now, oknum2 manusia2 cerdas, guru2 spiritual duniawi zaman now yg juga pelihara sabat, hari ke 7, hari sabtu, penyembah baal filsafat, penyerang iman gereja, mereka katanya 'sih percaya tulisan alkitab & roh nubuat, tapi 'nolak tulisan yg 'gak populer di zaman now,
jadi 'ati2, perlu teliti dan jeli saat belajar & kabarkan kebenaran alkitab dan roh nubuat spy 'gak ketipu,
karena membiarkan diri ditipu akan bikin saya akhirnya juga jadi penipu kebenaran bagi orang lain
** alkitab dan roh nubuat mencatat:
Raja Alam Semesta memanggil penghuni surga ke hadapan-Nya, agar di hadapan mereka Dia dapat menyatakan posisi sebenarnya dari AnakNya dan menunjukkan hubungan yang Dia pelihara dengan semua makhluk ciptaan.
Anak Allah berbagi takhta Bapa, dan kemuliaan dari Yang Esa Yang Kekal dan ada dengan sendirinya melingkupi KeduaNya.
Di sekitar takhta berkumpullah para malaikat kudus, kumpulan orang banyak yang tak terhitung banyaknya —“sepuluh ribu kali sepuluh ribu dan ribuan ribu” (Wahyu 5:11), para malaikat yang paling dimuliakan, sebagai pelayan dan rakyat, bersukacita atas terang yang turun atas mereka dari hadirat Allah.
Di hadapan para penghuni surga yang berkumpul, Raja menyatakan bahwa tidak ada seorang pun selain Kristus, Anak Tunggal Allah, yang dapat sepenuhnya masuk ke dalam tujuan-tujuan-Nya, dan kepada-Nya dipercayakan untuk melaksanakan rencana-rencana hebat dari kehendak-Nya.
Anak Allah telah melaksanakan kehendak Bapa dalam penciptaan seluruh penghuni surga; dan kepada-Nya, serta kepada Allah, penghormatan dan kesetiaan mereka adalah hakNya.
Kristus masih menjalankan kuasa ilahi dalam penciptaan bumi dan penghuninya. Namun dalam semua ini Dia tidak akan mencari kuasa atau meninggikan diri-Nya yang bertentangan dengan rencana Allah, namun akan meninggikan kemuliaan Bapa dan melaksanakan tujuan kemurahan dan kasih-Nya. PP 36.2
Bapa kita di surga adalah sumber kehidupan, kebijaksanaan, dan sukacita.—Steps to Christ, 9. RRe 68.5
Segala sesuatu Kristus terima dari Allah, namun Dia menerima untuk memberi.
Di istana surga, dalam pelayanan-Nya untuk semua makhluk ciptaan: melalui Anak yg terkasih, kehidupan Bapa mengalir ke semua;
melalui Anak, itu kembali dalam pujian dan pelayanan yang menggembirakan, gelombang kasih, kepada Sang Sumber agung.
Dengan demikian melalui Kristus rangkaian kemurahan hati menjadi lengkap, mewakili karakter dari Sang Pemberi agung, hukum kehidupan. DA 21.2
Persembahan lengkap telah dibuat; "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,” —bukan anak ciptaan, seperti para malaikat,
atau anak adopsi, seperti orang berdosa yang diampuni,
tetapi Anak yang diperanakkan dalam gambar yang jelas dari pribadi Bapa,
dan dalam segala keagungan dan kemuliaan-Nya, satu dengan Allah dalam otoritas, martabat, dan kesempurnaan ilahi.
Di dalam Dia berdiam seluruh kepenuhan Ketuhanan secara jasmaniah. ST 30 Mei 1895, par. 3
** tulisan aslinya:
The King of the universe summoned the heavenly hosts before Him, that in their presence He might set forth the true position of His Son and show the relation He sustained to all created beings. The Son of God shared the Father's throne, and the glory of the eternal, self-existent One encircled both. About the throne gathered the holy angels, a vast, unnumbered throng—“ten thousand times ten thousand, and thousands of thousands” (Revelation 5:11.), the most exalted angels, as ministers and subjects, rejoicing in the light that fell upon them from the presence of the Deity. Before the assembled inhabitants of heaven the King declared that none but Christ, the Only Begotten of God, could fully enter into His purposes, and to Him it was committed to execute the mighty counsels of His will. The Son of God had wrought the Father's will in the creation of all the hosts of heaven; and to Him, as well as to God, their homage and allegiance were due. Christ was still to exercise divine power, in the creation of the earth and its inhabitants. But in all this He would not seek power or exaltation for Himself contrary to God's plan, but would exalt the Father's glory and execute His purposes of beneficence and love.PP 36.2
Our Father in heaven is the source of life, of wisdom, and of joy.—Steps to Christ, 9. RRe 68.5
All things Christ received from God, but He took to give. So in the heavenly courts, in His ministry for all created beings: through the beloved Son, the Father's life flows out to all; through the Son it returns, in praise and joyous service, a tide of love, to the great Source of all. And thus through Christ the circuit of beneficence is complete, representing the character of the great Giver, the law of life. DA 21.2
A complete offering has been made; for “God so loved the world, that he gave his only-begotten Son,”—not a son by creation, as were the angels, nor a son by adoption, as is the forgiven sinner, but a Son begotten in the express image of the Father's person, and in all the brightness of his majesty and glory, one equal with God in authority, dignity, and divine perfection. In him dwelt all the fullness of the Godhead bodily. ST May 30, 1895, par. 3

Comments
Post a Comment